Curhat

Catatan Panjang tentang Mas Cikalang

Setelah patah hati selalu ada cinta yang lebih baik.

Huft.
Aku bingung harus menulis dari mana, rasanya terlalu bahagia, hatiku terlalu banyak dipenuhi cinta (apa sih?). 
Setelah kemaren sudah menuliskan review singkat tentang Superman aka Hermen Indarto aka kembaranku yang ajaib itu. Kali ini aku sudah siap lahir batin untuk bercerita tentang Pahlawan Bertopeng aka Mas Cikalang aka Dia yang suara tawanya selalu kurindukan.
Oke, mungkin jatuh cintaku kali ini tidak terkendali atau bisa kalian bilang lebay. Apa aku terlalu terlihat sedang jatuh cinta? Aku terlihat terlalu memuja dan mencintainya? Ah biarlah.. biarkan aku meliar kali ini, almost 9 tahun aku tidak merasakan jatuh cinta lagi lho, harap maklum ya, hehehe…
Gak sedikit teman-teman yang biasanya juga gak pernah kontak-kontakan jadi pada kepo semua. Dari mulai komen di social media, tanya lewat BBM maupun WA, bahkan ada juga yang ngajak ketemuan cuma mau kepoin kehidupan cintaku sekarang. Teman-teman macam apa kalian ini.
Para sahabat dan teman lama yang tau banget karakter aku seperti apa semua keheranan dan bertanya-tanya. Pertanyaannya sama: “Kamu kenapa sih Ang lebay banget jatuh cintanya? Ini bukan Angga yang aku kenal deh, sejak kapan kamu yang feminis jadi pemuja laki-laki?” Yang aku jawab dengan senyum-senyum sendiri dengan mata penuh cinta. Hahahaha… sedahsyat inikah efek jatuh cinta? Angga yang mereka kenal tidak sevulgar ini menyatakan perasaanya pada khalayak ramai, apalagi di media sosial. Bahkan mantan yang kupacari dan kucintai selama 9 tahun saja tidak pernah kuposting di akun social mediaku sebanyak mas Cikalang ini. Sampai si mantan pun komen: “Kamu cinta banget sama mas Dodimu ya?” IYA mas mantan, aku cinta mas Cikalang.
Apa sih yang membuatku tergila-gila? Aku sendiri susah untuk menjelaskan. 
Kalo aku menjawab momen mas Cikalang datang ke hidupku tepat di saat aku sedah butuh teman, sahabatku Uun langsung protes, momen bullshit, ya karena mas Cikalang ganteng aja lu makanya tergila-gila, coba momennya pas tapi physically dia jelek kamu gak bakal secinta ini sama dia. 
Omongan si Uun ini ada benernya sih. Mas Cikalang memang ganteng kog, kalo ada yang bilang dia jelek mungkin seleranya antimainstream. Tapi bukan sekedar fisik, nyatanya Catur juga gak kalah ganteng tapi aku tinggalin gitu aja kan waktu itu? Jawaban paling bijak adalah semua alasan saling melengkapi. Ya memang kegantengan terutama mukanya yang penuh senyum itu membuatku terpesona, tapi momen dia datang di hidupku juga pas banget. Coba kalo dia datengnya pas aku baik-baik aja sama mantan, pas bahagia-bahagianya, dia gak bakal dapet pinku secara dulu ketika bersama mantan aku sangat membatasi pergaulanku dengan orang asing.
Banyak orang-orang terdekat kami yang bingung, dari mana kami bisa kenal. Secara domisili kami berjauhan, kami tidak pernah ada keterkaitan apapun sebelumnya, bukan teman satu kampug halaman, bukan teman satu sekolah, bukan temannya teman. Kami benar-benar sepasang orang asing yang dipertemukan. Kami tidak pernah saling mencari. Thanks to Mark Zuckerberg, facebookmu mempertemukan kami. Jangan ketawa yaa.. memang kami pertama kali bertemu di Facebook, hahaha…
Malam minggu  2015 saat aku dikecewakan oleh mantanku atas kencan yang gagal malam itu. Tepat 23.00 ada friend request FB atas nama D****tuuuuuuuuut (nama disamarkan :p), karena mutual friendsnya ada anak RIM maka kuacceptlah dia. Kulihat profilnya sekilas, dan aku tidak tertarik. Beberapa detik kemudian masuklah message darinya mengucapkan terima kasih karena sudah menerima permintaan pertemanan darinya dan kujawab “sama2”.
Ternyata dia gak berhenti di situ, terus melanjutkan percakapan hingga akhirnya dia mendapat pin BBMku. (Kalo ditanya kenapa aku gampang banget nanggepin orang asing, saat itu aku lagi galau mblo, daripada bete ya udah ladenin message dia)
Percakapan dan perkenalan kami berlanjut di BBM hari Minggu itu. Sempat aku curiga dia cuma akun palsu yang dibuat mantanku hanya untuk ngerjain aku. Iya saat itu galaunya terlalu akut dan bikin parnoan, maklum.. detik-detik menjelang putus sih, hahaha…
Hari Selasa, saat aku mulai berantem sama mantan dan dia menghilang, mas Cikalang ini yang dengan sabar ladenin bbmku yang isinya cuma curhatan cewe payah yang merana karena dibohongin pacarnya. Mas Cikalang selalu ada, selalu balesin BBMku, bahkan sampe aku ketiduran saking capeknya menggalau.
Hari Rabu, percekcokanku dengan mantan semakin menjadi-jadi, dan kembali kutumpahkan kesedihanku pada mas Cikalang. Dia membuatku tidak merasa sendirian menahan sakit, aku merasa ada teman. Sampai akhirnya hari itu aku putus pun, mas Cikalang yang kuberitahu pertama kali, hahahaha…
Kamis sore, aku disuguhi drama yang bikin syok ketika selingkuhan sang mantan tiba-tiba datang dan menceritakan semuanya yang selama ini aku tidak pernah tahu, yang dilakukan mantan di belakangku. Rasanya sungguh bikin dada sesak ketika harus menghadapi kenyataan pacar selingkuh dengan sahabat sendiri. Saat itu juga aku minta mas Cikalang menelepon, hari itu untuk pertama kalinya aku mendengarkan suaranya dan ketagihan sampai hari ini. Terima kasih mas Cikalang karena hari itu mau mendengarkan keluh kesahku, menemaniku yang gak bisa tidur saking nyeseknya. Jam 2 dini hari, jam 5 pagi, sampai aku berangkat kerja, kamu selalu ada. Aku kuat menghadapi kenyataan pahit ini karena kamu.
Jumat sore kamu otw dari Cikarang ke Solo. Katamu ingin menemaniku dan malam mingguan di Solo.
Sabtu pertama setelah aku putus cinta aku gak sendirian, aku ditemani kamu, pahlawan bertopengku. Kamu yang sekarang membuatku bukan sekedar jatuh cinta. Aku jatuh hati.
Mereka bilang aku tak terkalahkan, mereka bilang aku tidak pernah bisa tunduk pada laki-laki. Tapi untuk kali ini aku mengakui, kesombonganku sebagai kaum Scorpio terkalahkan oleh Leo. Iya, kamu mas satu-satunya laki-laki yang bisa membuatku patuh dan tunduk, kamu berhasil menakhlukanku.
Mas Cikalang ini jauuuuh berbeda dengan semua laki-laki yang pernah dekat denganku. Dia galak, tapi entah kenapa justru dengan segala keangkuhannya itu membuatku klepek-klepek tak berdaya. Jangan pernah berharap dia memperlakukanku semanis mantan, mungkin tidak akan pernah. Tapi aku yakin dia tidak pernah membohongiku, walaupun kejujurannya terlalu vulgar dan kadang menyakitkan. Mas Cikalang, bohong kadang perlu lho untuk menjaga hati perempuan, hahahaha…
Mas Cikalang ini apa adanya, terlalu apa adanya. Di balik gengsinya yang setinggi monas, tapi dia bukan tipe laki-laki hobi akting demi sebuah pencitraan. Dia susah banget bohong, kalo bohong pasti ketahuan. Baginya lebih baik menyakiti dengan sebuah kejujuran daripada berbohong hanya untuk sebuah harapan palsu, mending Harapan Jaya lah ya mas :p
Mas Cikalang tidak sesempurna itu, tentunya dia juga punya kekurangan yang memang harus aku terima. Bersamanya membuatku belajar menghargai keberadaan orang lain. Dengan dia aku belajar tidak egois dan memikirkan diri sendiri. Karena dia aku tau kapan aku harus mengalah dan menjalani kodratku sebagai perempuan.
Aku yang pemalas dan selalu telat dibuat kagum olehnya yang sangat tepat waktu. Mas Cikalang yang ngajarin aku untuk tertib masuk kerja, masuk sesuai jam kerja dan gak telat melulu. Bersamanya aku merasa lebih baik. Ketika dia berjanji selalu ditepati, aku tidak perlu repot-repot menelepon berulang-ulang, PING di BBM hanya karena dia gak dateng-dateng. Saat dia berjanji sampai rumah jam 9 pagi, sebelum jam itu pasti dia sudah muncul di depan rumah. Ketika dia minta dibangunin jam 6 pagi, telepon 2 kali dering aja juga sudah dia angkat. Ini salah satu hal yang aku kagumi dari dia, ketika dia bilang A pasti yang dia lakuin juga A bukan B. Sekalinya bohong buat bikin kejutan pun juga gak berhasil karena ketahuan duluan sebelum dia sampe Solo. Kamu gak bakat mas bohongin aku. Katamu kita sama-sama tukang apus-apus, jadi gak bisa saling membohongi.
Mas Cikalang doyan banget makan dan selalu kelaparan. Yang bikin iri, kenapa dia gak gendut padahal maemnya banyakan dia daripada aku? Nasiku aja selalu kukasih dia setengah, tapi tetep aja akunya gak kurus-kurus. Selera makannya juga unik. Setiap dia pulang ke Solo, menu wajibnya selalu soto, kata dia soto di Solo enak gak kaya di Cikarang yang cuma pake bumbu masako, hahaha… Jadi jangan berharap makan pasta atau steak kalo sama mas Cikalang di Solo, karena dia lebih suka makan nasi goreng, nasi jagung, trancam, bahkan garang asem.. Selera makannya unik kaaan…
Cara bikin mas Cikalang bahagia tuh gampang banget, tinggal gorengin aja tempe yang banyak. He’s tempe die hard fans. Makan di manapun, makan apapun, lauk yang dicari selalu tempe. Katanya tempe di Cikarang gak enak dan bikin batuk. Ada aja kan alesannya.
Paling seneng kalo dengerin mas Cikalang kuliah umum soal bis. Pengetahuan dia tentang bis bikin aku terkagum-kagum dan makin membuatku meleleh… Dari dia aku semakin menemukan asiknya mencintai bis, dan bikin aku kebelet bis-bisan lagi. Bahkan ketika Mr In tau tentang mas Cikalang dan bilang kalo mas Cikalang itu ilmu bisnya udah mumpuni, gimana aku gak semakin bangga dan jatuh cinta? Melihat dia bercerita dan berargumen soal bis adalah saat-saat mas Cikalang terlihat amat keren di mataku. 
Hubungan jarak jauh begini juga melatihku untuk tidak manja lagi. Mas Cikalang gak suka cewe manja ala FTV, baginya aku sudah dewasa dan mana yang sekiranya aku bisa sendiri ya harus kukerjakan sendiri. Sekali lagi GAK BOLEH MANJA, itu peraturannya. Dia bilang, gak setiap saat aku ada kalo kamu butuh bantuan, jadi sebisa mungkin kamu harus belajar mandiri. Dia tidak membiarkanku aku bergantung, dan aku senang bisa menjadi kuat, bukan lagi cewe payah yang apa-apa harus dibantuin orang lain.
Notifikasi incoming call from “Panda” adalah notif paling favorit dan ditunggu-tunggu. Setiap hape berdering dan itu dari Panda, ya ampuuun bahagianyaaa… Ditelpon dan mendengar suaranya saja sudah membuatku senang luar biasa. Dan bisa dipastikan  aku yang lebih cerewet dan banyak cerita, iya aku bawel. Dia cukup mendengarkan dan ham hem aja, tapi aku sudah lega. Entah dia beneran dengerin atau gak. Aku gak pernah marah kalo dia mulai mengejek dan membullyku, karena saat itulah aku bisa mendengar suara ketawanya yang ngangenin itu… Suara tawamu selalu kurindukan, mas…
Ohya, setiap foto berdua yang aku posting, selaluuu saja ada yang bilang kalo kami mirip. Memangnya beneran mirip? Sampe hari ini aku belum bisa menemukan di mana letak kemiripan kami. Tapi jika memang kalo mirip berarti jodoh ya aku aminin ya.. Bahkan saking miripnya, ada salah satu temen yang ngira kalo mas Cikalang itu sepupuku, oh noo… aku maunya dia jadi jodohku, bukan sepupu, hahahaha….
Hampir 3 jam dan tulisan ini gak selesai-selesai. Aku juga bingung mau nulis apa lagi, Memang pengalaman ini lebih asik untuk dijalani daripada hanya sekedar di tulis di sini. Apapun yang terjadi nanti, terima kasih Mas Cikalang sudah datang di hidupku dan memberi arti. 
Terima kasih Tuhan sudah mengizinkan kami bertemu. 

ANG

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *