Menjelang 2026, hampir semua orang sibuk menuliskan resolusi. Target hidup, rencana karier, mimpi yang ingin dikejar, dan daftar panjang hal-hal yang ingin dicapai. Dulu aku juga seperti itu. Aku merasa harus selalu punya rencana supaya hidup terasa aman dan terkendali. Tapi tahun ini berbeda. Aku menyadari satu hal yang cukup besar dalam diriku: aku tidak punya rencana apa pun untuk 2026 ini. Bukan karena aku menyerah pada hidup, tapi karena aku akhirnya mengerti bahwa tidak semua hal harus aku pegang kendalinya. Dan anehnya, justru di situ aku merasa lebih tenang.
Hidup Tanpa Rencana, Tapi Tidak Tanpa Arah

Tidak punya rencana bukan berarti hidupku tanpa arah. Aku tetap ingin hidup sebaik-baiknya. Aku ingin melakukan apa pun yang Tuhan letakkan di tanganku dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan. Aku ingin menjaga tubuhku, karena aku sadar tubuh ini bukan sekadar alat untuk bekerja, tapi tempat aku menjalani hidup setiap hari. Aku ingin menjaga jiwaku, karena kelelahan mental sering kali datang diam-diam dan merusak pelan-pelan. Aku ingin menjaga imanku, karena dari sanalah aku belajar kembali percaya dan berharap. Aku juga ingin menjaga pernikahanku, keluargaku, dan keuanganku, bukan demi terlihat berhasil, tapi karena semua itu adalah bagian dari hidup yang Tuhan percayakan kepadaku.
Detail Hidup Biar Tuhan yang Pegang
Semakin aku bertumbuh, semakin aku sadar bahwa aku sering salah menilai apa yang aku anggap baik untuk diriku sendiri. Banyak hal yang dulu aku inginkan dengan sangat, ternyata bukan hal yang benar-benar aku butuhkan. Bahkan, ada banyak doa lama yang kini aku syukuri karena tidak pernah dikabulkan. Dari situ aku belajar, mungkin Tuhan memang jauh lebih tahu apa yang paling tepat di hidupku. Maka di 2026 ini, aku memilih untuk tidak memaksakan detail. Aku tidak lagi sibuk bertanya soal caranya seperti apa dan jalannya harus lewat mana. Aku memilih percaya, meski tidak selalu mengerti.
Taat Walau Jalannya Tidak Masuk Akal
Aku tidak tahu jalan apa yang akan aku lewati di 2026. Bisa jadi jalannya lurus dan tenang, bisa jadi penuh belokan tajam, atau bahkan jalan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tapi aku memilih untuk tetap berjalan selama aku tahu siapa yang memimpin langkahku. Kalau aku harus melewati api, aku yakin itu bukan untuk menghanguskanku. Aku ingin belajar taat, bahkan ketika arah yang ditunjukkan tidak selalu sejalan dengan logika dan keinginanku sendiri.
Tentang Masa Depan, Aku Memilih Tenang
Masa depan sering membuatku cemas. Terlalu banyak hal yang tidak pasti dan terlalu banyak ketakutan yang muncul dari pikiran sendiri. Tapi sekarang, aku belajar melihat masa depan dengan cara yang berbeda. Bukan sebagai ruang kosong yang menakutkan, melainkan sebagai tempat di mana Tuhan sudah lebih dulu ada. Tidak ada kebetulan dalam hidupku. Tidak ada keberuntungan semata. Semua yang aku jalani adalah bagian dari penyertaan dan berkat-Nya. Dan aku tahu, tanpa Tuhan, kerja keras dan usaha mati-matianku pun tidak akan membawaku sampai di titik ini.
Resolusi 2026-ku Sederhana: Ikut Tuhan
Kalau ada yang bertanya apa resolusiku di 2026, jawabanku mungkin terdengar terlalu sederhana. Aku tidak punya target besar, tidak punya rencana detail, dan tidak punya peta hidup yang rapi. Tapi aku punya kepercayaan penuh. Aku memilih untuk ikut Tuhan, ke mana pun Dia mengarahkan langkahku. Aku memilih berjalan tanpa tahu semua jawabannya lebih dulu, tapi dengan keyakinan bahwa aku tidak sendirian. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku memasuki tahun baru dengan tenang, tanpa terburu-buru. Karena hidup yang diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan, entah kenapa, selalu terasa lebih aman. 🤍
ANG


