Curhat

3. Untuk Pelangi di Bulan Januari

Datang akan pergi
lewat kan berlalu
ada kan tiada
bertemu akan berpisah
Awal kan berakhir
terbit kan tenggelam
pasang akan surut
bertemu akan berpisah
Hei,
sampai jumpa di lain hari
untuk kita bertemu lagi
kurelakan dirimu pergi
Meskipun
kutak siap untuk merindu
kutak siap tanpa dirimu
kuharap terbaik untukmu
Sampai Jumpa – Endank Soekamti

————————————————————————————————————————–

Selamat hari Rabu yang ke-33

Hai kamu yang sudah tidak bisa kurengkuh seperti dulu. Apa kabar?

Lima hari yang lalu akhirnya kita sempat bertemu. Aku sudah cukup bahagia bisa melihatmu dan memastikan kamu baik-baik saja. Taukah kamu? Aku begitu rindu senyuman dan sorot mata cokelat itu. Apakah kamu juga merasakan yang sama? Atau hidupmu sekarang justru lebih baik-baik saja tanpa kabarku?

Maaf aku tidak bisa menyapamu, memandang langsung wajahmu saja aku tidak sanggup. Rindu ini tidak punya cukup kekuatan untuk membuatku berani mendekatimu seperti dulu. Ternyata aku terlalu pengecut.

24 hari sudah setelah 17 Januari, malam terakhir kebersamaanku denganmu. Terakhir kalinya aku melihat senyum dan lambaian tanganmu, mengucapkan Selamat Malam yang ternyata kini menjadi selamat tinggal. Dan akhirnya 5 hari lalu aku kembali mendengar suaramu lagi, walau hanya kalimat “hati-hati pulangnya ya, Neng” Sudah cukup membuatku bahagia.

Terlalu banyak tragedi yang kita lalui 3 minggu ini, sejak kita berpisah malam itu dan kamu tidak pulang lagi. Sungguh banyak cerita buruk yang kudengar tentangmu, tentang seranganmu terhadapku. Iya, aku sempat marah dengan perbuatanmu. Namun kemarahanku tidak cukup kuat untuk menghancurkan cintaku padamu. Aku tetap mengasihimu sampai detik ini. Tetap menyayangimu, tetap peduli, tetap mengingini, dan selalu merindukanmu.

Bagaimanapun kamu sudah menjadi penolong dalam perjalanan hidupku. Kamu adalah pelangi yang tiba-tiba datang, memberi banyak warna dan kebahagiaan, meskipun singkat. Terima kasih untuk setiap kebahagiaan yang pernah aku rasakan berkat kamu. Sepertinya aku tidak akan pernah melupakan kamu, pria bermata cokelat yang wajahnya penuh senyuman.

Mungkin sampai di sini, kisah kita berhenti. Namun entah kenapa aku masih punya keyakinan bahwa kamu bukan sekedar pelangi. Kelak kau akan jadi matahari. Semoga untukku.

Cinta bukan tentang menanti dan menunggu
Tetapi memang telah waktunya tuk bertemu
Walau tak selalu berakhir bersama
Mungkin nanti, kan bertemu kembali
168 – Monita Tahalea

ANG

A born leader and unique thinker, view the world differently and enjoy time alone to recharge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *